Ayat Alkitab tentang Pernikahan: 10 ayat ini wajib kamu ketahui!

Ayat Alkitab tentang pernikahan
12.png

Ayat Alkitab tentang pernikahan adalah ayat-ayat firman Tuhan menuliskan, menjelaskan dan berkaitan dengan esensi dari pernikahan itu sendiri. Pernikahan Kristen adalah pernikahan yang dikehendaki dan ditetapkan oleh Allah sendiri.

Pernikahan tersebut adalah rencana Allah sejak semula. Melalui pernikahan, manusia akan beranak cucu, bertambah banyak dan memenuhi bumi, mereka akan bertanggung jawab kepada Allah.

Read More

Esensi dari pernikahan tersebut adalah suci, mulia dan kudus. Menghormati pernikahan berarti mereka menghormati Allah yang telah menetapkan dan memberkati pernikahan tersebut.

Menghancurkan pernikahan berarti mereka tidak menghormati kesucian, kekudusan dan juga tidak menghormati Allah.

Oleh sebab itu, pernikahan memiliki kedudukan dan arti yang sangat penting di dalam keluarga Kristen.

Ayat Alkitab tentang Pernikahan

Ayat Alkitab tentang pernikahan yang dicatat di dalam Alkitab tentu memberikan pengetahuan, nasehat dan juga bimbingan supaya jemaat memahami makna pernikahan dengan benar.

Perkembangan zaman sekarang ini telah memberikan dampak yang negatif terhadap esensi dari pernikahan, sehingga menyebabkan pergeseran makna dan arti.

Hal ini membuat pasangan Kristen mendasari pernikahannya bukan berdasarkan cinta kasih yang di ajarkan oleh Alkitab, namun mendasarinya dengan kasih duniawi.

Kasih duniawi selalu bersyarat sedangkan kasih yang diajarkan Alkitab adalah kasih yang sempurna, rela berkorban dan tanpa pamrih.

Ayat-ayat Alkitab berikut ini akan membuat kamu semakin paham mengenai esensi dari pernikahan Kristen. Baca juga artikel terkait tentang ayat Alkitab tentang kekhawatiran.

1. Ayat Alkitab tentang pernikahan pertama: Kejadian 2:24

Kejadian 2:24: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”

Kitab Kejadian menjelaskan secara detail mengenai tujuan dan maksud Allah di dalam pernikahan. Pertama-tama Allah menciptakan manusia berpasangan, pertama diciptakannya Adam, setelah itu barulah diciptakan Hawa.

Lalu Allah memberi perintah dan kepada mereka untuk beranak cucu dan memenuhi bumi. Allah memberkati dan menjadi Adam dan Hawa sebagai keluarga pertama.

2. Ayat Alkitab tentang pernikahan kedua: Roma 12:10

Roma 12:10: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”

Ayat yang kedua adalah terambil dari Kitab Roma 12:10. Ayat ini menjelaskan mengenai perintah untuk saling mengasihi dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Mengasihi dan saling menghormati adalah dasar di dari pernikahan Kristen, sehingga ayat ini bisa digunakan untuk membangun hubungan cinta kasih.

Setiap pasangan haruslah memiliki hati yang mengasihi dan juga saling menghormati, ini adalah bentuk sikap saling menerima.

Dengan dasar tersebut maka pernikahan menjadi diberkati oleh Tuhan, sebagaimana Adam dan Hawa juga diberkati.

3. 1 Tesalonika 4:3

1 Tesalonika 4:3: “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.”

Kitab Tesalonika juga mengajarkan mengenai pengudusan hidup dan menjauhi percabulan. Setiap pasangan Kristen yang sudah menikah maka mereka bertanggung jawab terhadap keutuhan rumah tangganya kepada Allah.

Mereka harus saling menjaga, saling setia, saling mendukung dan saling bekerja sama sampai maut memisahkan.

Beberapa ayat Alkitab juga menganjurkan untuk laki-laki dan perempuan menikah supaya tidak jatuh ke dalam dosa perzinahan dan percabulan.

4. 1 Tesalonika 4:4

1 Tesalonika 4:4: “Supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi istrimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan.”

Ayat ini menjelaskan supaya setiap orang memiliki pasangannya sendiri secara sah dan diberkati digereja. Hal ini bertujuan supaya mereka tidak jatuh ke dalam berbagai hawa nafsu dan juga percabulan.

Dengan memiliki pasangannya sendiri maka mereka akan diberkati oleh Tuhan dan terhindar dari dosa percabulan.

Meskipun demikian, semua bergantung kepada masing-masing pribadi, karena dalam berbagai kasus ada saja pasangan yang melakukan perselingkuhan.

Penting sekali untuk mendekatkan diri dan beribadah dengan tekun, supaya Roh Kudus memberikan kekuatan dan hati yang setia kepada kita semua.

5. Efesus 5:25

Ayat Alkitab tentang pernikahan selanjutnya juga terdapat di dalam kitab Efesus 5:25. Demikianlah firman Tuhan: “Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”

Ayat ini menjelaskan mengenai dasar dari cinta kasih di dalam pernikahan, yakni seperti Kristus kepada jemaat-Nya.

Kasih Kristus adalah tanpa pamrih dan merupakan kasih yang sempurna, karena Dia rela menyerahkan nyawa-Nya untuk orang-orang yang di cintai-Nya.

Dasar pernikahan Kristen juga adalah kasih yang sempurna. Terimalah pasanganmu dengan sukacita dan penuh dengan ucapan syukur, sebagaimana Kristus mengasihi dan menerima kamu.

6. Matius 5:32

Matius 5:32: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan istrinya kecuali karena zinah, ia menjadikan istrinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.”

Ayat yang selanjutnya adalah Matius 5:32. Kitab Matius menjelaskan mengenai hukum perceraian di dalam pernikahan.

Dalam keadaan apa pun pasangan yang sudah menikah sebenarnya tidak boleh bercerai. Hal ini sesuai dengan firman yang mengatakan bahwa “apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia” (Mat:19:6).

Kitab Matius menggaris bawahi mengenai perceraian, hal itu diperbolehkan apabila salah satu pasangan melakukan zinah.

Ayat tersebut memang menimbulkan banyak pertanyaan, perdebatan dan juga perbedaan penafsiran.

Namun apabila melihat ayat-ayat selanjutnya maka makna ayat tersebut semakin jelas “apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia” (Mat:19:6). Jadi, jawabannya sudah final bahwa perceraian tidak diperbolehkan.

7. 2 Korintus 6:14

2 Korintus 6:14: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”

Kitab Korintus memberikan penjelasan mengenai syarat-syarat pernikahan lebih lanjut. Pernikahan harus dengan pasangan yang seimbang, apa arti ayat ini?

Maksudnya ialah mereka yang menikah harus seiman dan sama-sama percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi.

Pernikahan beda agama adalah pernikahan yang tidak seimbang, sebab gelap dan terang tidak dapat bersatu.

Hal ini sama dengan peristiwa di dalam Perjanjian Lama, di mana Allah melarang mereka melakukan kawin campur. Karena pernikahan tersebut akan mencondongkan hati mereka kepada allah-allah lain.

8. 1 Korintus 7:2

1 Korintus 7:2: “Tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai istrinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

Kitab Korintus mengingatkan kembali mengenai bahaya dari dosa percabulan, sehingga mengajarkan supaya laki-laki dan perempuan memiliki pasangannya sendiri.

Pasangan yang dimaksud adalah pasangan yang telah menikah dan diberkati di gereja. Mereka yang sudah menikah harus saling mengasihi dan memahami supaya terhindar dari bahaya perselingkuhan dan percabulan.

9. Ibrani 13:4

Ibrani 13:4: “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.”

Kitab Ibrani juga mengajarkan supaya setiap pasangan yang menikah dapat menghormati perkawinan tersebut.

Penulis Kitab Ibrani mengingatkan supaya anak-anak Tuhan jangan mencemarkan tempat tidur dengan pasangan yang tidak sah.

Mereka yang melakukan zinah dan persundalan akan dihakimi oleh Allah dan akan menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Penting sekali untuk menjaga kekudusan di dalam pernikahan dengan saling setia dan saling mengasihi sampai maut memisahkan.

10. Ayat Alkitab tentang pernikahan terakhir: 1 Timotius 5:8

1 Timotius 5:8: “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.”

Ayat Alkitab tentang pernikahan yang terakhir terapat di dalam 1 Timotius 5:8. Ayat ini menjelaskan bahwa seseorang yang menikah haruslah bertanggung jawab penuh terhadap keluarganya dan juga termasuk sanak saudaranya.

Mereka yang menikah juga tidak boleh egois, mereka juga harus memperhatikan mertua dan juga keluarganya.

Apabila mereka sudah memiliki anak, maka pasangan suami isteri harus bekerja sama untuk membesarkan, mendidik dan juga menyekolahkan mereka.

Mereka yang mengabaikan anak-anak dan keluarganya di sebut oleh Paulus sebagai orang yang murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

Sungguh mengerikan sekali ayat ini, semoga keluarga Kristen selalu bertanggung jawab terhadap anak-anak mereka.

Demikianlah uraian singkat mengenai ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dan berhubungan dengan pernikahan.

Semoga bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan mengenai makna dari pernikahan Kristen. Baca juga artikel terkait tentang ayat Alkitab tentang dosa.

Related posts