Mudah berprasangka buruk: Renungan Harian

Mudah berprasangka buruk
12.png

Mudah berprasangka buruk seringkali disebabkan oleh berbagai pengalaman negatif bersama keluarga maupun bersama pasangan pada masa lalu. Berbagai pengalaman hidup yang baik atau tidak baik akan membentuk karakter, kebiasaan dan cara berpikir negatif seseorang.

Kitab Lukas 6:45 memberi peringatan penting bagi kita hari ini. Firman itu mengatakan: “Orang yang baik akan mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat.”

Read More

Ada kecenderungan di dalam diri manusia untuk mudah berprasangka buruk dan berpikir negatif terhadap orang lain.

Hal ini bisa dikarenakan persaingan hidup, persaingan kerja atau rasa iri terhadap kebahagiaan dan keberhasilan orang lain. Ingatlah bahwa hati adalah pusat kehidupan, jika hatimu jahat maka jahatlah seluruh kehidupanmu.

Mudah berprasangka buruk

Bacaan Lukas 6:45, “Orang yang baik akan mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat.”

Kitab Lukas memberikan peringatan penting terhadap sikap hidup orang-orang percaya. Apa yang biasa keluar dari mulut orang-orang percaya sekarang ini? Kata-kata yang memuliakan Tuhan atau justru caci maki dan kata-kata kasar lainnya.

Apabila seseorang sudah dimerdekakan, bukankah Roh Kudus itu memimpin kepada kebenaran? Lalu mengapa masih ada kata-kata buruk yang diucapkan terhadap sesama manusia?

Ada beberapa hal yang terkadang menjadi penyebab seseorang suka berkata-kata atau berpikiran buruk terhadap orang lain.

1. Penyebab mudah berprasangka buruk yang pertama: pengalaman buruk di masa lalu

Tuhan Yesus di dalam kitab Lukas 6 banyak memberikan pengajaran-pengajaran penting kepada orang-orang yang mengikuti-Nya. Khususnya mengenai hal-hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut Tuhan Yesus memberikan gambaran kehidupan manusia dengan perumpamaan, yakni mengenai pohon dan buahnya. Tidak ada pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang baik dan setiap pohon dikenal melalui buahnya (ay. 43-44).

Demikian juga kehidupan manusia, keluarga dan pengalaman hidup akan membentuk karakter dan kebiasaan orang. Sebagai contoh: Kata-kata kasar tentu tidak biasa diucapkan oleh keluarga-keluarga yang mengaihi Tuhan, ketika itu terjadi maka akan terasa aneh atau asing.

Pengalaman hidup dan keluarga akan membentuk seseorang untuk berkata-kata yang baik atau berkata-kata yang tidak baik.

2. Kedua, suka membandingkan

orang-orang yang suka membanding-bandingkan kehidupannya dengan orang lain cenderung lebih mudah berprasangka buruk. Mereka akan mudah untuk menghakimi dan menilai orang lain lebih rendah dengan dirinya.

Saudara-saudara bisa melihat kebiasaan-kebiasaan jemaat Tuhan pada umumnya, setelah pulang dari gereja bisanya ada saja yang suka gosip.

Sedikit-sedikit membicarakan kejelekan atau keburukan orang lain. Bagaimana dengan hati kita yang sebenarnya? Baik atau buruk, mari kita renungkan secara pribadi mengenai hal ini.

3. Ketiga, suka menilai orang lain

Hal ketiga yang membuat seseorang sering berpikiran negatif terhadap orang lain adalah suka menilai kekurangan orang lain. Artinya, ada kecenderungan di dalam diri manusia untuk memberikan penilaian, jika berdiam diri maka justru ada yang kurang pas di dalam dirinya.

Sayangnya mereka tidak pernah memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri, balok di matanya sendiri biasanya tidaklah kelihatan.

Bagaimana dengan kehidupan kita hari ini, apakah kita juga suka memberikan penilaian buruk terhadap orang lain? Jika Anda seperti ini, maka segeralah bertobat.

4. Keempat, pengaruh lingkungan atau orang lain

Jangan pernah bergaul atau berkumpul dengan orang-orang yang suka gosip dan membicarakan keburukan orang lain.

Ingatlah bahwa pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaaan yang baik. Jika memiliki pengalaman, sahabat, atau teman-teman yang mudah berprasangka buruk pergilah dari mereka.

Prasangka buruk akan membuat hati kita tidak tenang dan tidak damai. Ketakutan dan kecurigaan akan digunakan iblis untuk menghancurkan kehidupan kita. Kiranya Roh Kudus menolong dan memimpin kehidupan kita kepada kebenaran firman-Nya.

Related posts