Nabi Samuel sang pemimpin umat Israel

Nabi Samuel
Ilustrasi gambar
12.png

Samuel adalah seorang imam dan sekaligus hakim yang memimpim Israel sebelum monarki terbentuk, ia juga disebut sebagai nabi atau pelihat. Nama ayahnya adalah Elkana dari Ramataim-Zofim dan ibunya adalah Hana, mereka berasal dari suku Efraim.

Setiap tahunnya, Elkana mereka meninggalkan kotanya dan pergi ke Silo untuk menyembah serta mempersembahkan korban kepada TUHAN. Pada waktu itu, yang menjadi imam adalah anak-anak imam Eli, yakni Hofni dan Pinehas. Elkana mempunya dua orang isteri, yaitu Hana dan Penina.

Karena Hana tidak mempunyai anak, maka Penina selalu menyakiti hati Hana setiap tahun ketika mereka memberikan korban persembahan kepada Tuhan. Karena hatinya sangat pedih, maka Hana berdoa dan menangis tersedu-sedu dihadapan Allah, dan imam Eli yang menyangka ia mabuk lalu menegurnya.

Mengenal Nabi Samuel

Nabi Samuel adalah anak nazar dari ibunya ketika berdoa di rumah TUHAN di Silo, apabila TUHAN memberikan anak laki-laki, maka Hana akan menyerahkan kepada-Nya seumur hidup. Lalu setahun kemudian Hana melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Samuel, karena Ia telah memintanya kepada Tuhan (1 Sam. 9-12).

Setelah Hana menyapih Samuel, maka ia menyerahkan anak itu untuk menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan imam Eli. Adapun anak-anak imam Eli adalah orang-orang dursila dan sangat jahat, karena memandang rendah korban untuk Tuhan.

Meskipun demikian, Samuel tidaklah terpengaruh oleh perbuatan dan kejahatan dari Hofni dan Pinehas. Samuel sejak kecil telah menjadi pelayan Tuhan, ia mengenakan baju efod dari kain lenan. Dan setiap tahunnya ibunya membuatkan dia jubah kecil.

Semakin hari Samuel makin besar dan bertumbuh, ia disukai dihadapan TUHAN dan juga disukai dihadapan manusia. Samuel lahir dan dibesarkan oleh keluarga yang takut akan Allah, sehingga ia semakin bertumbuh di semakin mengenal Allah.

Samuel dipanggil TUHAN

Nabi Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan imam Eli. Pada masa Allah sangat jarang menyatakan firman-Nya dan pengelihatan-pengelihatan pun juga jarang (1 Sam. 3:1). Pada waktu itu, imam Eli sudah tua dan matanya pun sudah mulai kabur.

Ketika Samuel sedang tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah berada maka terdengarlah suara Tuhan memanggil: “Samuel! Samuel!”, dan iya menjawab ya, bapa. Lalu berlarilah Samuel kepada imam Eli serta berkata: ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku? (1 Sam. 3:2-10). Lalu imam Eli menjawab: “Aku tidak memanggil, tidurlah kembali.”

Demikianlah sampai ketiga kalinya, sehingga imam Eli tahu bahwa Allahlah yang memanggil Samuel. Lalu berkatalah imam Eli: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah berbicaralah TUHAN sebab hambamu ini mendengar.”

Lalu Allah kembali memanggil Samuel dan menyatakan firman-Nya kepadanya, yaitu mengenai hukuman kepada anak-anak imam Eli yang telah melakukan kejahatan. Dan Samuel semakin hari semakin besar dan TUHAN menyertai dia, bahkan tidak satupun dari firman-Nya itu dibiarkan gugur.

Oleh sebab itu, maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel dipercayakan jabatan nabi TUHAN. Selanjutnya TUHAN menampakkan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya (1 Sam. 3:21).

Samuel menjadi Hakim

Samuel memerintah sebagai hakim dan memimpin Israel seumur hidupnya. Sepanjang tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, ia memerintah Israel di segala tempat itu. Lalu Samuel kembali ke Rama, karena di sanalah rumahnya dan di sanalah ia mendirikan mezbah bagi TUHAN Yang Maha Tinggi.

Bahkan Samuel juga memperingatkan Israel supaya mereka meninggalkan allah asing yang ada di tengah-tengah mereka. Ketika bangsa Filistin mengetahui bahwa Israel berkumpul di Mizpa maka majulah mereka dan menyerang orang-orang Israel. Namun karena Samuel telah berdoa dan mempersembahkan korban bakaran, maka TUHAN mendengarkan doa Samuel.

Lalu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin, sehinga mereka menjadi kacau balau. Pada waktu itulah Israel berbalik menyerang dan memukul kalah mereka sampai hilir Bet-Kar ( Sam.7:2-14). Demikianlah pada masa kepemimpinan Samuel, Israel berada dalam situasi yang aman dan damai.

Related posts